Our social:

Latest Post

Rabu, 27 Januari 2016

Heboh Jokowi ditantang anak umur 5 Tahun di madura

“Pak Jokowi, Pak Jokowi. Pak lihat sini, pak. Sini pak, saya mau sepeda,” teriak Wisnu dari luar pagar Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Bocah 5 tahun itu sampai berusaha memanjat pagar kecamatan setinggi 1,5 meter itu, agar bisa dilihat Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi. Maklum, penjagaan ketat dari protokoler, membuat Wisnu tak dapat memasuki area pembagian kartu sakti Jokowi.

Jokowi terhentak mendengar suara lantang Wisnu. Ia menoleh ke arah bocah berkaos kuning itu. Padahal, saat itu ada puluhan anak-anak dan orang tua juga memanggil nama sang presiden. Seketika itu pula orang nomor 1 di Indonesia itu menyuruh pengawalnya membantu Wisnu menemui mantan Walikota Solo itu.

“Gendong saya, pak. Saya mau sepeda dari Pak Jokowi,” kata Wisnu kepada anggota Paspampres.

“Angkat, angkat pak, bantu nih,” ujar warga lainnya dengan logat Madura.

Kejadian ini langsung disambut riuh warga yang hadir. Semua mata tertuju kepada Jokowi dan bocah lincah itu, saat berhasil mendekati presiden.

Tak lama kemudian, Wisnu akhirnya bisa berdiri di samping Jokowi. Tanya jawab pun langsung dimulai di atas panggung 5×4 meter itu. Pemandangan itu sontak menyedot perhatian warga. Sebab Wisnu bukanlah bagian anak yang mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Namamu siapa?,” tanya Jokowi.

“Wisnu pak,” jawab Wisnu.

“Mau sepeda?” tanya Jokowi lagi.

“Hooh pak. Iya pak mau sepeda pak,” timpal Wisnu.

“Ya sudah ambil itu sepeda,” kata Jokowi.

“Nggak mau, pak. Saya pingin ditanya dulu sama Bapak,” ujar bocah kurus itu, yang disambut tawa para hadirin.

“Disuruh ambil sepeda malah nggak mau. Malah minta ditanya dulu. Mau berhitung atau pertanyaan lain?” tutur Jokowi, heran.

Wisnu mengajukan pertanyaan kepada Jokowi, karena dirinya tidak ingin diperlakukan berbeda dari yang lain.

“Saya nggak mau, pak. Tanya dulu, pak,” desak Wisnu.

“Nanti kamu malah nggak dapat sepeda malahan,” ujar Jokowi mengingatkan.

“Biarin, pak,” tegas Wisnu seraya tersenyum.

Jokowi akhirnya menuruti permintaan Wisnu dengan mengajukan pertanyaan. “Okey. Sebutkan 3 nama-nama binatang.”

“Panda, Rusa, Zebra, pak,” jawab Wisnu disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

“Ini berani lompat pager tapi juga pinter,” ujar Jokowi heran, seraya tertawa.

Wisnu akhirnya mengambil hadiah sepeda yang dijanjikan Jokowi. Dengan polosnya, dia pun menggiring sepeda barunya di depan Jokowi sambil mengucapkan terima kasih.

Pemandangan ini membuat Ibu Negara Iriana Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo tertawa terpingkal-pingkal.

Bagi-bagi sepeda ini dalam rangka kunjungan Jokowi dengan warga Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dalam kegiatan ini, presiden membagikan kartu sakti kepada warga sekitar.

Kartu sakti itu yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera, dan juga kartu ASODKB (Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat) (Sumber)

Ada 10 hal yang Presiden Jokowi gagal selama menjadi Presiden Republik Indonesia. Itu wajar. Naiknya Presiden Jokowi menjadi orang No 1 di Indonesia menjadikan dirinya penuh kontroversi

Ada 10 hal yang Presiden Jokowi gagal selama menjadi Presiden Republik Indonesia. Itu wajar. Naiknya Presiden Jokowi menjadi orang No 1 di Indonesia menjadikan dirinya penuh kontroversi. Capres yang hanya didukung oleh minoritas partai mengalahkan kandidat Prabowo yang didukung oleh 65% para partai. Kemenangan yang mencengangkan itu menimbulkan dua reaksi berseberangan. Pendukung yang minoritas melihat kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat.

Jokowi Dengan Senyum khasnya
Sementara penentang Jokowi akan melihatnya sebagai kebodohan pemilih – dianggap sama dengan kenyataan kebodohan rakyat memilih SBY selama 10 tahun tak membangun apa-apa. Mari kita tengok sepuluh kegagalan Presiden Jokowi dengan hati gembira ngakak bahagia suka cita senang sentosa riang ria senantiasa pesta pora selamanya.

Berikut inilah 10 catatan kegagalan Presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia selama beberapa bulan belakangan. Kegagaan ini jelas menimbulkan kegerahan kalangan DPR utamanya tiga corong DPR yang luar biasa yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditambah dengan Bambang Soesatyo dan bonus Effendi Simbolon.

Pertama, Presiden Jokowi gagal dimakzulkan secepatnya oleh para politikus Senayan yang berteriak-teriak tak karuan dalam 3 bulan pertama pemerintahan. Termasuk di dalamnya Aziz Syamsuddin, Effendi Simbolon, Fahri Hamzah, Fadli Zon, yang sering sekali berteriak tentang pemakzulan seperti mengucapkan kata selamat pagi saja.

Kedua, Presiden Jokowi gagal memenuhi kepentingan mafia illegal fishing dengan tetap memerintahkan Menteri Susi untuk tetap menenggelamkan kapal pencuri ikan. Keterlibatan mafia sampai ke pengadilan dengan kapal Hai Fa yang menang di pengadilan. Menteri Susi naik banding. Bahkan SBY yang sudah bukan siapa-siapa mengritik penenggelaman kapal tidak tepat. Ini kan urusan Menteri Susi dan Pak Jokowi bukan SBY yang bukan apa-apa dan siapa-siapa.

Ketiga, Presiden Jokowi gagal memertahankan Petral dan malah membubarkannya. Akibat langsungnya adalah Faisal Basri yang menyarankan pembubaran Petral – yang dianggap oleh Faisal Basri dikira Presiden Jokowi tak berani membubarkan seperti SBY – berbalik menuduh Jokowi sebagai neoliberal.

Keempat, Presiden Jokowi gagal memertahankan status quo pembangunan berbagai infrastruktur. Presiden Jokowi memercepat penyelesaian Tol Cipali. Tol TransSumatera yang harus selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Kelima, Presiden Jokowi gagal dijerumuskan untuk mengangkat juru bicara kepresidenan. Rakyat menginginkan Presiden Jokowi berbicara langsung, bukan melalui juru bicara yang plastis dan dibuat-buat.

Keenam, Presiden Jokowi gagal memertahankan Istana Merdeka sebagai tempat yang hanya mengundang orang-orang pejabat dan tokoh masyarakat. Presiden Jokowi mengundanga 400 anak-anak yatim berbuka puasa pada hari pertama puasa ramadhan. Di bawah Presiden Jokowi, Istana Merdeka adalah simbul pelayanan Presiden Jokowi kepada rakyat; bukan tempat gagah-gagahan.

Ketujuh, Presiden Jokowi gagal dijauhkan dari media dan sorotan media. Media yang dikuasai oleh koalisi Prabowo gagal membangun opini sesuai selera. Masalahnya adalah media warga termasuk Kompasiana menjadi alternatif pemberitaan selain Twitter, Facebook, dan media warga blogger lainnya.
Kedelapan, Presiden Jokowi gagal memertahankan rencana SBY untuk tidak membangun infrastruktur, pelabuhan, waduk, jalan tol, bandara, dan jalur kereta api. Biayanya? Termasuk menghilangkan subsidi BBM.

Kesembilan, Presiden Jokowi gagal memertahankan 100% subsidi BBM sebagai alat pencitraan SBY selama 10 tahun – dengan memberi subsidi bagi orang kaya. Presiden Jokowi siap tidak popular dan tidak takut popularitasnya sementara turun.

Kesepuluh, Presiden Jokowi gagal mengikuti aturan SBY yang membuat pengangkatan Panglima TNI urut kancing dan kacang – sebagai akibat takut mengambil risiko. Presiden Jokowi menempatkan pengangkatan Panglima TNI sebagai hak prerogratif Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi TNI – meskipun Presiden Jokowi orang sipil.

Kesebelas, Presiden Jokowi gagal memertahankan status quo mafia sepakbola dan PSSI. Presiden Jokowi memerintahkan pembekuan PSSI dan tetap membekukan sampai ada perbaikan. Bareskrim Polri membantu Presiden Jokowi dengan akan mencokok pihak-pihak yang merusak sepakbola Indonesia termasuk oknum di PSSI.

Kedua-belas, Presiden Jokowi gagal mengurangi kebiasaannya yang membuat dia popular. Tetap suka blusukan meskipun sudah menjadi Presiden RI.

Ketiga-belas, Presiden Jokowi gagal menjadi Presiden RI yang ABS. Presiden Jokowi berjanji dan akan selalu mengawasi dan mengamati proyek-proyek dan akan mengecek secara langsung; bukan duduk di belakang meja mendengarkan laporan menteri yang ABS dan menipu.

Keempat-belas, Presiden Jokowi gagal menjadi presiden yang jauh dari rakyat. Ke mana pun Presiden Jokowi berkunjung tetap saja dielukan oleh rakyat dan … Presiden Jokowi bersedia selfie dan menyapa rakyat. Presiden Jokowi memberikan kegembiraan bagi rakyatnya.

Kelima-belas, Presiden Jokowi gagal dijauhkan dari TNI dan merangkul TNI sebagai kekuatan penjaga konstitusi untuk berhadapan dengan DPR yang gatel ingin segera memakzulkannya. (Catatan: ke depan segera ketika konsolidasi politik telah selesai dengan PAN dan Golkar mendukung koalisi Jokowi maka kata-kata pemakzulan dan lain-lain akan menjadi semacam kata ‘makar’.)

Itulah kegagalan Presiden Jokowi selama beberapa bulan ini yang menyedihkan bagi para koruptor dan penentang Presiden Jokowi yang sampai saat ini gagal move on.

Salam bahagia ala saya.

Jokowi suka sama kodok. Antara Jokowi dan kodok ada hubungan alami. Itulah sebabnya setelah ia menjadi presiden pun, Jokowi membawa kodok-kodoknya dari Solo ke istana

Jokowi suka sama kodok. Antara Jokowi dan kodok ada hubungan alami. Itulah sebabnya setelah ia menjadi presiden pun, Jokowi membawa kodok-kodoknya dari Solo ke istana. Jika Jokowi mempunyai hobi langka memperhatikan kodok, itu juga menggambarkan jiwanya yang langka dan mirip dengan spirit kodok. Jokowi menyukai kodok karena suaranya yang mengenakan sekaligus mencuci otak yang penat.

Presiden Jokowi melepas sejumlah kodok di lingkungan Istana Kepresidenan, Bogor, Minggu, (2/1/2016). (Foto: Setpres-Agus Suparto)
"Supaya kalau malam ada suara kodok. Kwang-kwong, kwang-kwong, kwang-kwong. Kan enak, jadinya fresh otaknya. Masa tiap hari dengarnya sepeda motor, bus, mobil," demikian alasan Jokowi terkait hobi antiknya memelihara kodok. Lalu selain itu apa sebenarnya yang menarik dari kodok itu? Perhatikanlah baik-baik gerakan seekor kodok. Kodok maju ke depan dengan cara melompat. Ya melompat puluhan kali dari ukuran tubuhnya. Satu lompatan kodok, bisa beberapa meter ke depan. Benar-benar jauh, puluhan kali dari ukuran tubuhnya. Lompatan kodok bisa dipercepat tergantung tujuan dari si kodok.

Cara melompat kodok pun penuh dengan ancang-ancang. Kodok melompat tidak sembarangan, tetapi penuh perhitungan. Sebelum melompat, kodok terlihat tenang, setenang batu. Lalu, dalam kesenyapan seekor kodok tiba-tiba melompat menangkap mangsanya tanpa ampun. Hal yang menarik adalah kodok tidak agresif dalam menyerang lawannya, namun sangat fokus dan penuh perhitungan dalam menekuk mangsanya. Tentu saja jangan mengusik ketenangan si kodok, karena beberapa jenis kodok bisa mengeluarkan senjatanya yang mematikan. Bila dilihat cara berpikir dan cara kerja Jokowi, maka terlihat sekali ada spirit kodok.

Cara berpikir Jokowi, amat jauh ke depan. Ia merancang dan melakukan sesuatu dengan orientasi jauh ke depan. Dalam mengejar impiannya, Jokowi tidak hanya berlari, tetapi melompat. Hal yang berbeda dengan para pemimpin lain yang hanya berjalan atau paling cepat berlari. Apa bukti-bukti lompatan Jokowi itu? Pertama kali saya mendengar nama Jokowi saat dia masih wali kota Solo. Saat itu ia mendadak tenar ketika ia memakai mobil Asemka sebagai mobil dinasnya. Ia berbeda dengan pemimpin lain saat itu yang berlomba-lomba memakai mobil merk Jepang, Eropa atau Amerika.

Tetapi saat itu, Jokowi tiba-tiba muncul dengan lompatannya, memakai mobil buatan anak SMK sebagai mobil dinasnya. Jokowi pasti bermimpi bahwa Indonesia sudah harus mempunyai mobil nasional buatan sendiri kelak. Tenar dengan mobil Asemkanya, Jokowi kemudian tiba-tiba melompat mengincar Gubernur DKI Jakarta. Lagi-lagi ia melompati cara kerja Gubernur Petahana Fauzi Bowo kala itu. Jokowi muncul dengan dua lompatan hebat. Pertama, ia mengajari pemimpin lain cara turun ke lapangan dengan metode blusukan. Metode blusukan ala Jokowi ini kemudian membuat daya tarik luar biasa bagi media.

Tanpa disuruh, media kemudian mengikuti kemana pun Jokowi pergi. Jokowi menjelma menjadi media darling yang luar biasa. Hal kedua adalah Jokowi mempromosi baju kotak-kotaknya yang luar biasa itu mengalahkan seragam dinas Fauzi Bowo. Masyarakat kemudian melihat baju kotak-kotak itu sebagai inspirasi baru. Ya, inspirasi baju kotak-kotak bernuansa merah yang memunculkan harapan baru. Dengan ide blusukan dan baju kotak-kotak, jadilah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan kombinasi baju kerja, kemeja putih.

Di DKI Jakarta kemudian, Jokowi terus melakukan lompatan ide dalam membangun Jakarta. Ia menormalisasi waduk, memulai ide proyek MRT dalam mengatasi kemacetan, membangun rumah susun, merevolusi cara kerja PNS DKI, menata berbagai pasar termasuk Tanah Abang, menata PKL, parkir liar dan mengentaskan kemiskinan dengan berbagai kartu pintarnya. Namun Jokowi tidak puas sampai di situ. Jokowi kemudian melompat lagi menjadi Presiden Republik Indonesia. Dalam meraih kursi RI-1, Jokowi melakukan lompatan-lompatan untuk meninggalkan lawannya Prabowo-Hatta seperti konser dua jari dan memicu lawannya melakukan blunder seperti ucapan ‘sinting’ dari Fahri Hamzah. Dan ia menang.

Setelah Jokowi berhasil menjadi RI 1, ia mulai lagi melakukan berbagai lompatan jauh. Pertama-tama ia menghancurkan sarang mafia di illegal fishing, illegal logging. Lalu dengan berani membubarkan Petral, membekukan PSSI dan merenegosiasi berbagai perusahaan asing termasuk Freeport. Ia kemudia sama sekali tidak tunduk kepada ketua partai, termasuk kepada Megawati. Jokowi kemudian membuat terobosan. Ia mencabut subsidi BBM, Lisrik dan mengalihkannya ke pembangunan infrastruktur. Dengan membangun infrastruktur yang masif, maka pertumbuhan ekonomi bisa digenjot di tengah pelemahan ekonomi global. Semangat Jokowi yang luar biasa dalam membangun infrastruktur yang sangat masif membuat ia tidak dimengerti oleh teman dan lawannya. Seorang ekonom sekaliber Faisal Basri pun terus mencap Jokowi ‘sesat pikir’ karena ia terus membangun jalan tol trans Sumatera, membangun rel kereta api Jakarta-Bandung dan menunda pembangunan jembatan Selat Sunda. Namun lompatan Jokowi di bidang pembangunan infrastruktur itu, sudah sangat jelas.

Bagi Jokowi untuk membuat suatu negara menjadi maju, maka infrastrukturnya harus dibangun sedemikian baik sebelumnya. Dengan infrastruktur yang sudah siap, maka sebuah negara dapat melompat jauh menjadi sebuah negara industri. Maka tak heran jika Jokowi terus gencar membangun rel kereta api, jalan tol yang melintasi seluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua yang didukung dengan pelabuhan tol laut. Jika tol lintas Sumatera telah siap, maka proyek selanjutnya adalah membangun jembatan Selat Sunda. Nah Ini lompatan berpikir Jokowi yang sulit dimengerti oleh seorang Faisal Basri. Sementara di Jawa, Jokowi memulai sebuah proyek brand kota metropolitian yakni MRT dan kereta api cepat Jakarta-Bandung. Proyek ini ke depan menjadi cikal bakal kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Sebuah negara yang maju di era mutakhir ini harus juga mempunyai sarana kereta api cepat untuk menggerakkan manusia yang menginginkan kecepatan. Demikian lompatan berpikir ala Jokowi.

Soal dana? Jokowi dengan cerdik memanfaatkan dana berlimpah dari China dan meninggalkan Jepang yang terkenal pelit terhadap Indonesia. Lompatan berpikir ala Jokowi selanjutnya adalah memulai pembangunan dari Timur yakni dari Papua. Di sana Jokowi amat gencar membangun rel kereta api, pelabuhan, pabrik dan jalan lintas antar kota. Dengan cara itu, Jokowi akan mencoba meraih hati para putera-puteri Papua dan diharapkan keinginan mereka untuk merdeka akan terhapus dengan sendirinya. Jika itu tercapai, maka Jokowi tidak lagi sibuk mengurusi masalah separatisme di Papua.

Ia kemudian bisa fokus menjadikan Papua sebagai lumbung pangan dan destinasi baru dalam menggapai impian kejayaan. Lalu bagaimana soal politik? Tentu saja tidak ketinggalan. Sebelumnya Jokowi telah melakukan konsolidasi strategis di bidang politik dengan mengganti Panglima TNI, Kepala BIN, KSAD, Kapolri dan para pimpinan KPK. Terkait rongrongan dari parlemen, Jokowi telah menugasi wakilnya Jusuf Kalla untuk menjadi kapal penyapu ranjau terhadap partai-partai Koalisi Merah Putih.

JK ditugaskan Jokowi untuk memporak-poraknda KMP dengan berbagai manufer cantik yang kadang menjadi kawan mereka. Berkat taktik jitu Jokowi bersama Jusuf Kalla, maka sekarang Golkar, PPP dan bahkan PKS terus sibuk bertengkar sendiri di internal mereka sehingga tidak fokus mengganggu Jokowi. Padahal penyelesaiannya sangat sederhana.

Cukup meluncurkan kartu truf yakni SK pengesahan dari Kemenkumham, maka pertengkaran partai-partai KMP itu akan segera selesai. Namun Jokowi bersama Kalla terus memegang dan menahan kartu truf itu agar partai-partai itu sibuk bertengkar dan terus bersaing memproklamasikan dirinya menjadi partai pendukung pemerintah. Itulah lompatan berpikir ala Jokowi yang lahir dari spirit alami sang Kodok.

Tentu saja sebagai manusia, lompatan yang ditiru dari kodok itu selalu saja ada kelemahannya. Namun dengan kombinasi lompatan yang lain seperti lompatan Sang Kera, Sang Harimau dan Sang Kancil, kelemahan itu bisa diminimalisir. Jika demikian, maka lompatan berpikir ala Jokowi yang dicap sebagai ‘sesat pikir’, bisa berubah menjadi lompatan kegirangan dan menjadi ‘buah pikir’ yang menggairahkan ke depan.

Selasa, 26 Januari 2016

Inilah 1700 Pasar Tradisional Yang Terlupakan Kini Telah Dibangun Jokowi

Kementerian Perdagangan menargetkan bisa merevitalisasi 5.000 pasar-pasar tradisional hingga 2019. Program ini sesuai dengan janji kampanye Presidem Joko Widodo (Jokowi) saat pemilihan presiden lalu.

Mendag Thomas Trikasih Lembong mengatakan saat ini 1.700 pasar telah menjalani revitalisasi. Sebanyak 182 pasar dilakukan langsung oleh Kemendag, 65 pasar oleh Kementerian Koperasi dan UKM, dan sisanya dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

Jokowi sedang berbicara ke pedagang di pasar tradisional
Jokowi sedang berbicara ke pedagang di pasar tradisional
"Sebetulnya itu berjalan sesuai target, 80-90% hemat saya. Dan itu didanai lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), dan satu lagi dari Kemendag lewat tugas perbantuan," tuturLembong.

Salah satu hambatan program revitalisasi dan penambahan pasar baru, yakni keengganan pemerintah daerah (Pemda) merogoh dana APBD untuk pengembangan pasar, meski sebenarnya memiliki dana yang melimpah.

"Masih ada kabupaten atau kotamadya yang sebetulnya banyak duit, sementara masih mengajukan permohonan untuk dana yang agak besar. Untuk itu kita mungkin selayaknya mengurangi dana dari pusat, tapi mungkin justru meningkatkan ke bantuan teknis misalnya," kata Mendag. (rs)

Sumber

Jokowi, Bantu Sunat Warga Timor Leste

Presiden Jokowi terbang ke Bumi Lorosae. Selain membahas sejumlah isu penting, seperti perbatasan kedua negara, beberapa nota kesepahaman juga bakal disepakati dalam pertemuan itu.

Tak cuma Jokowi dan menteri-menterinya. Kapal milik TNI juga bakal dikirimkan ke negeri tetangga sejak Senin 25 Januari 2016, selang sehari dari Jokowi yang berangkat pada Selasa ini.

Kapal Rumah Sakit KRI SHS–990 itu dikomandani Letkol Laut (P) Azhari Alamsyah dan berisi 150 anak buah kapal (ABK).

Butuh 4 hari pelayaran bagi kapal ini untuk sampai ke Timor Leste. Kapal tersebut bakal diperbantukan dalam bantuan sosial selama 4 hari pelayarannya.

Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama angkatan bersenjata kedua negara.

"Pelayaran KRI Soeharso ini merupakan misi pelayanan kesehatan Republik Indonesia kapal ini melaksanakan bakti sosial gratis di Timor Leste, dimana perjalanan memakan waktu empat hari," kata Darwanto di Koarmatim, Dermaga Ujung Perak, Surabaya, Jatim pada Senin 25 Januari 2016.

"Sasaran dalam misi ini adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada tentara RDTL (Republic Democratic of Timor Leste RDTL), veteran dan keluarganya, serta masyarakat umum dengan target pasien sebanyak 2.000 orang," imbuh dia.

Pelayanan pengobatan yang akan dilaksanakan meliputi pengobatan umum, gigi dan pemeriksaan dini stroke, pelayanan operasi katarak, bibir sumbing, hernia, bahkan hingga sunat juga akan dilakukan di Timor Leste.

"Indonesia kerap dibantu negara lain. Kami juga harus membantu negara lain," pungkas Pangarmatim Darwanto.

Dalam Misi sosial tersebut KRI soeharso 990 diawaki 150 dan 250 personel.

Mereka terdiri dari tenaga spesialis RS Gatot Subroto Ditkesad, dan Yonkes 2/2 Kostrad, satgakes TNI AL dari RS dr Ramelan, Yonkes 1 Marinir, dan Satgakes TNI AU dari RSAU dr Hardjoloekito dan RSAU dr Esnawan. (sumber)

Presiden Joko Widodo menghadiri dan membuka acara Konferensi Internasional Keluarga Berencana (ICFP) di Nusa Dua, Bali

Presiden Joko Widodo menghadiri dan membuka acara Konferensi Internasional Keluarga Berencana (International Conference on Family Planning/ICFP) di Nusa Dua, Bali (25/1/2016). Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan pentingnya agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah diratifikasi oleh para pemimpin dunia pada November 2015 di PBB.

"Tujuan pembangunan tersebut telah menyatukan kita secara global. Untuk mencapai tujuan global itu, kita harus melakukan tindakan dan program aksi yang bersifat lokal sampai ke kampung-kampung, sampai ke desa-desa," ujar Jokowi melalui Tim Komunikasi Presiden, Senin, (25/1/2016).

Untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi di tiap negara, investasi pada Keluarga Berencana mutlak untuk dilakukan. "Sekali lagi investasi pada Keluarga Berencana adalah mutlak. Stigma pada perempuan, diskriminasi bahkan kekerasan pada perempuan juga harus diakhiri," ucap Jokowi.
‎
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo berharap, dalam forum ICFP ini, dibahas landasan-landasan utama untuk mewujudkan visi membangun planet 2030 yang telah disepakati oleh para pemimpin dunia.

Sebagai langkah awal, kata Presiden, perlu dipastikan mengenai akses pelayanan dan alat-alat keluarga berencana. "Sehingga para ibu semakin bijak dan berdaya untuk menentukan kapan mereka akan mempunyai anak. Juga kelahiran yang aman sehingga ibu dan bayi mempunyai kesempatan terbaik untuk hidup sehat," ujar Presiden.‎

Keluarga Berencana Tentukan Kesehatan Generasi Mendatang

Di awal sambutannya, Presiden mengingatkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan berbudi pekerti luhur, hanya dapat dilahirkan oleh ibu yang sehat, anak yang sehat dan berasal dari keluarga yang sehat dan sejahtera. Oleh sebab itu, Keluarga Berencana menjadi sangat penting.

‎"Keluarga Berencana menjadi investasi strategis untuk memastikan kesehatan generasi masa depan, untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan dan untuk mencapai keamanan global, serta kemakmuran dunia," ucap Presiden.

Presiden menyadari bahwa kemajuan yang dicapai dalam Keluarga Berencana di dunia saat ini adalah berkat kerja keras, ketekunan, dan kepemimpinan orang-orang tulus, termasuk mereka yang hadir pada konferensi internasional ini. "Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah International Conference on Family Planning (ICFP) sekarang ini dan merasa bangga atas kehadiran Saudara-saudara," kata Jokowi. ‎

Pemerintah, menurut Jokowi saat ini tengah bekerja untuk merevitalisasi program Keluarga Berencana. Jokowi mengatakan tantangan dan tanggungjawab yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Indonesia ke depan akan semakin besar.

"Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030. dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak," ucapnya. ‎

Untuk menghadapi tantangan-tantangan itu, pemerintah Indonesia selalu mendorong program aksi yang bersifat lokal dengan melibatkan partisipasi warga. "Kami menggunakan pendekatan Kampung Keluarga Berencana di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi secara signifikan angka putus kesertaan program Keluarga Berencana," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu. ‎

Selain itu, Kampung Keluarga Berencana dapat meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang. Selama ini penggunaan alat kontrasepsi hanya digunakan untuk jangka pendek seperti pil dan suntik. "Ini kerap lupa sehingga angka putus Keluarga Berencana menjadi meningkat. Program kesehatan yang dijalankan pemerintah juga mencakup biaya keluarga berencana yang terjangkau atau bahkan gratis untuk pasangan KB," ucap Presiden.

Sebagai gambaran dalam isu kependudukan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2014-20015, 1,32 persen. Artinya, per tahun penduduk Indonesia tumbuh sekitar 3 juta jiwa. Rata-rata tingkat kelahiran per perempuan 2010-2015 sebanyak 2,4 anak/perempuan atau per perempuan memiliki 2 sampai dengan 3 anak.(sumber)

Yusril Kirim Surat ke Jokowi Memohon Untuk Mengakhiri Persoalan Hukum yang di Hadapi Ongen

Kuasa Hukum Yulianus Paonganan alias Ongen, Yusril Ihza Mahendra, melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, surat itu ditujukan kepada pribadi Jokowi, bukan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Surat yang dilayangkan Yusril itu terkait persoalan hukum yang tengah di hadapi kliennya. Ongen hingga kini masih ditahan Bareskrim Polri, setelah mengunggah foto Presiden Jokowi duduk bersama Nikita Mirzani pada 13 Desember 2015 di media sosial (medsos).

"Sore ini (kemarin Senin (25/1) kami layangan surat kami ke Pak Presiden (Jokowi), kemarin juga sudah diinformasikan oleh Sekretariat Negara untuk menyusun jadwal saya selaku kuasa hukum dan Pak Badindo Pahmi untuk menghadap Pak Jokowi kapan beliau sempat membahas masalah ini, tapi suratnya kami sampaikan lebih dulu hari ini," ujar Yusril dalam pesan singkatnya, Selasa (26/1).

Inti dari surat yang dilayangkannya itu, memohon kepada Presiden Jokowi selaku pribadi untuk mengakhiri persoalan hukum yang di hadapi Ongen. Sehingga ada kepastian hukum bagi kliennya, Ongen.

"Sebab kalau mau diteruskan delik penghinaan, enggak bisa, kecuali Pak Jokowi-nya mengadu, Pak Jokowi-nya diperiksa. Nanti di pengadilan dihadirkan, kan repot, untuk apa, kita juga harus menghormati Pak Jokowi sebagai pribadi maupun presiden," jelas Yusril.

Diketahui, Bareskrim Polri menjerat Ongen dengan Pasal 4 Ayat (1) huruf a dan huruf e jo Pasal 29 Undang-undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (sumber)