Our social:

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmad Dhani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Ahmad Dhani Bilang Ahok Jangan Berhalusinasi Jadi Presiden

Artis musik Ahmad Dhani mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, jangan berhalusinasi untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.

Hal ini berkait dengan ucapan Ahok yang menyatakan bahwa Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saja mendukungnya untuk menjadi presiden.

"Jgn berhalusinasi," ucap Dhani melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (18/3/2016) malam.

Diberitakan sebelumnya, dalam kegiatan acara nonton bareng film Comic 8: Casino King part 2 di Djakarta Theatre, Jumat (18/3/2016) malam, Ahok memberikan tanggapannya berkait gambar dengan tulisan yang berbunyi "ROAD TO THE PRESIDENT, nothing gonna stop him!" yang diunggah Dhani dalam akun Twitter-nya.

"Ahmad Dhani yang bikin? Amin dong. Terima kasih dong. He-he-he. Amin sama terima kasih dong kalau Ahmad Dhani bilang Ahok bisa jadi presiden," kata Ahok kepada Kompas.com.

Ahok mengatakan, berarti pemikiran Dhani sudah sejalan dengan yang pernah diucapkan mendiang Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepadanya dulu.

"Berarti dia pengikut Gus Dur. Karena Gus Dur juga pernah bilang sama saya, 'Jangankan jadi gubernur, jadi presiden aja bisa kamu'," tutur Ahok.

"PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang pertama dukung saya waktu mau jadi gubernur di Babel. Gus Dur yang dukung," ujarnya.

Gambar yang diunggah Dhani itu menunjukkan Ahok berseragam kepala daerah, beserta grafis perjalanan karier Ahok, mulai dari menjadi Bupati Belitung Timur pada tahun 2005 hingga diproyeksikan menjadi sosok kedelapan dalam jajaran RI pada tahun 2024./sumber

Jumat, 18 Maret 2016

Ahmad Dhani Ngamuk Akibat PKB Membuang Dirinya & Mendukung Ahok

Ajang Pemilukada DKI Jakarta semakin memanas dan aroma persaingan semakin sengit.

Karena itu, suara parpol gurem pun diperebutkan untuk modal maju sebagai Cagub DKI Jakarta.

Ahmad Dhani Prasetyo, tanggapi respon Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini memihak ke Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Musisi yang akrap disapa Dhani ini menanggapi respon tersebut, melalui akun sosial media twitternya @AHMADDHANIPRAST.

Suami Mulan Jameela ini, memposting delapan komentar untuk menanggapi PKB, dimana sebelumnya, PKB ingin mengusung Dhani untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Postingan yang pertama, pentolan Dewa 19 ini menilai, ada oknum PKB yang membuat opini, kalau petinggi PKB akan mendukung Ahok.

“1. Ada bbrp pngurus PKB yg membuat opini bhw seolah2 @cakiminpkb mendukung & akan mengusung @basuki_btp jd wapres 2019 lwt Pilgub DKI 2017.”

Untuk postingan yang kedua, bos Republik Cinta Managemen (RCM) ini menganggap, oknum PKB ingin memuluskan Ahok dalam Pemilihan Presiden 2019.

“2. Para oknum kader yg membuat berita Ahok Di dukung @cakiminpkb Ini adalah org2 yg akan memuluskan @basuki_btp menjadi Wapres RI 2019.”

Kemudian, untuk postingan yang ketiga, Dhani menganggap Ahok sangat membutuhkan PKB untuk meminta suara kaum Nahdiyin di Jakarta.

” 3. @basuki_btp Sgt butuh PKB dlm pertarungan Di DKI 2017 & utk RI 2 di 2019,Krn dia mau ambil suara kaum nahdiyin Di jkt cc: @cakiminpkb.”

Lalu, pada postingan keempat, Dhani menuding jika Ahok terpilih kembali menjadi DKI 1, Ahok akan mendampingi Presiden Indonesia, Joko Widodo pada Pilpres 2019.

“4.Jika Ahok 2017 nanti berhasil menang Di DKI Maka 2019 @jokowi Akan duet merebut RI Dan RI 2 Bersama @basuki_btp Dan @cakiminpkb sgt paham.”

Celotehan Dhani yang kelima dan keenam, ia menilai oknum yang memberitakan PKB memihak ke Ahok, oknum itu akan menjadi tim sukses Ahok di Pilgub 2017.

” 5. Maka dr itu oknum2 PKB yg ikut serta, bikin berita Demi suksesi @basuki_btp menjadi RI 2 Bersama @jokowi cc: @cakiminpkb. 6.Para oknum PKB yg jadi “Timses” @basuki_btp utk RI2 2019 berfikir @cakiminpkb akan trpengaruh ikt dkg Ahok Di 2017 & sy fikir 60% tdk Akan.”

Selain itu, dalam celotehannya yang ketujuh dan kedelapan, Dhani percaya, petinggi PKB tidak akan memihak kepada Ahok.

“7. Rapat sy dgn @cakiminpkb & Sekjen PKB faktanya sgt jauh Berbeda dgn apa yang Di isue kan Oleh para oknum PKB pendukung Ahok utk Wapres 2019. 8.Saya kurang yakin @basuki_btp dpt dukungan PKB Utk jd CAWAPRES RI 2019 dampingi @jokowi melalui PilGub2017 cc : @cakiminpkb.”

Sebelumnya, PKB membelokan keadaan untuk mendukung Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Bahkan, nama Ahok dimasukan kedalam penjaringan pemilihan kepala daerah, oleh kepengurusan PKB./sumber

AHMAD DHANI : SAYA HERAN DENGAN ISI OTAK KAKA DAN BIMBIM SLANK

Musisi band Ahmad Dhani Prasetyo kali ini menantang personel band Slank, Kaka dan Bimbim untuk berdiskusi sebuah politik. Pasalnya, Dhani sangat heran dengan sikap Bimbim dan Kaka yang dinilainya sangat berpihak kepada pemerintahan Jokowi.

Dhani, yang didukung oleh partai PKB yang menjadi bakal calon gubernur DKI, kali ini pun mengajak mereka untuk hadir dalam diskusi politik bersama para artis dan seniman di tanah air dalam 2 pekan ke depan.

“Saya heran isi otaknya Bimbim dan Kaka itu kayak apa ya ujar dhani. Jadi, penting sekali, perlu adanya pertemuan besar-besaran seperti muktamar seniman,” kata Dhani dalam diskusi yang bertajuk ‘Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik’ di Crown Plaza Hotel, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).

Menurut Dhani, keberpihakan Kaka dan Bimbim ini hanyalah keberpihakan buta belaka dan tidak didukung oleh sebuah pengetahuan politik. Bahkan dia juga menyebut bahwa Kaka dan Bimbim adalah tipe seniman pelat merah karena hanya mau dekat dengan pemerintah saja, tanpa tahu tujuan politik mereka.

“Ada juga artis yang hanya mentalnya senang dekat dengan penguasa saja. Namun, mereka sebagai seniman seharusnya punya tanggung jawab terhadap isi otak mereka, kenapa mendukung pemerintahan ini,” lanjut dia.

Tantangan Dhani kali ini sebenarnya berawal dari sebuah sentilan seorang budayawan Ratna Sarumpaet yang sempat mengaku gerah dengan sikap band papan atas Slank yang terlihat diam dengan Pemerintahan Jokowi-JK. Menurut dia, sebagai pendukung, Kaka dkk tentu seharusnya tak berdiam diri dan membeo dengan pemerintahan yang menurutnya sudah di ambang kehancuran.

“Saya heran kenapa Slank hanya bisa diam diri. Mereka tidak pernah pikir kenapa fans mereka akan menurun, itu karena mereka mendukung pemerintahan yang dianggapnya salah,” kata Ratna dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, politisi Golkar, Tantowi Yahya mengatakan agar Kaka dan Bimbim perlu meninjau ulang dukungan mereka kepada pemerintah. Mereka, kata Tantowi, hidup dari musik. Seharusnya tidak berpolitik praktis terlibat jauh sehingga dapat merugikan mereka.

“Soal Slank, kalau masih mau cari duit dari situ (dunia musik) pikiran kan baik-baik. Karena kita bawa warna sampai mati,” tukas anggota Komisi II DPR ini./sumber

Adhyaksa Dault : "Ahmad Dhani Bilang ke Saya, 'Gimana Nih, Ahok di TV Terus'"

Bakal calon gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault menceritakan kekhawatiran musisi Ahmad Dhani terhadap bakal calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dhani juga merupakan figur yang ingin menjadi calon dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

"Ahmad Dhani bilang ke saya, 'Bang gimana nih, Bang, Ahok kayaknya di TV terus.' Apanya yang gimana, ya santai saja," kata Adhyaksa, saat berbincang dengan Kompas.com, di Mal fX Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2016).

Sosok Basuki dinilai sebagai lawan politik yang berat

bagi para calon gubernur lainnya, termasuk Adhyaksa sendiri. Namun, Adhyaksa menemukan celah untuk mengkritik Basuki dalam memimpin Jakarta.

Salah satu hal yang dikritik adalah soal perombakan jabatan yang kerap dilakukan di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Adhyaksa menilai, tidak bisa PNS yang salah sedikit langsung dipecat.

"Komunikasi internal dan eksternalnya harus diperbaiki, tetapi bukan berarti kita kompromi atau kongkalikong sama kesalahan," tutur Adhyaksa.

Untuk menghadapi Basuki, Adhyaksa telah menyiapkan konsep "Sembilan Manifesto Kesejahteraan Jakarta" yang berisi tentang pembangunan dan pengembangan DKI Jakarta. Konsep tersebut akan dijalankan jika Adhyaksa terpilih sebagai gubernur.

Langkah Adhyaksa sebagai bakal calon gubernur akan dideklarasikan pada 2 April 2016 mendatang. Deklarasi sebagai bakal calon gubernur tetap dilakukan dengan atau tanpa dukungan partai politik./sumber

Ahmad Dhani: Saya Heran Isi Otak Bimbim dan Kaka "Slank" Itu kayak Apa

Musisi Ahmad Dhani mengaku heran dengan sikap dua personel band Slank, yakni Bimbim dan Kaka, yang ia nilai sangat berpihak kepada pemerintahan sekarang.

Karena itu, Dhani meminta keduanya untuk duduk berdiskusi dalam pertemuan besar para seniman agar suara para pekerja seni tidak pecah.

"Saya ini heran, isi otaknya Bimbim dan Kaka itu kayak apa ya. Jadi, penting sekali, perlu adanya pertemuan besar-besaran seperti muktamar seniman," kata Dhani dalam diskusi bertajuk "Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik" di Crown Plaza Hotel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2016).

Menurut Dhani, seperti warga negara lainnya, artis dan seniman juga berhak terjun di dunia politik.

Karena itu, ia menyayangkan jika ada artis atau seniman mencibir pekerja seni lain yang berpolitik.

"Memang pengetahuan (politik) artis hanya di permukaan, tetapi itu hak semua warga negara," katanya.

Dhani pun menyindir sikap para artis yang terkesan senang kepada pemerintahan dan malah membela habis-habisan. Menurut dia, sikap dan cara mereka seperti itu hanya karena ingin dekat dengan penguasa.

"Ada artis yang mentalnya senang dekat dengan penguasa. Namun, mereka sebagai seniman seharusnya punya tanggung jawab terhadap isi otak mereka, kenapa mendukung pemerintahan ini," lanjut dia./sumber

CATAT!! Ternyata Ini Dia Alasan PKB Tak Pilih Ahmad Dhani

Nama petahana, Basuki Tjahaja Purnama "Ahok", secara mengejutkan masuk dalam bursa bakal calon gubernur DKI Jakarta. Bahkan, Ahok dianggap saingan terkuat mantan suami Maia Estianty itu.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menjelaskan posisi Dhani dan Ahok kini bersaing ketat. Nama Ahok sangat besar dukungannya di tingkat kecamatan.

"Bukan kuat lagi. Tapi sangat kuat," kata Hasbiallah saat dihubungi di Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Baca juga:

Istimewa! Rio Haryanto Langsung Sepanggung Dengan Vettel dan Hamilton

Anggota DPRD DKI Jakarta ini melanjutkan, dengan masuknya nama Ahok dalam bursa bakal calon gubernur, PKB akan melakukan survei ulang. Nantinya survei tersebut akan menentukan siapa bakal calon yang akan didukung oleh PKB.

Jika dalam penjaringan tersebut Ahok dinyatakan memiliki elektabilitas tertinggi, maka PKB akan mendukung Ahok./sumber

Kamis, 17 Maret 2016

Takut Lawan Ahok, Ahmad Dhani Minta Calon Independen Dilarang di Pilkada

Musisi Ahmad Dhani ikut bicara soal calon independen dalam Pilkada. Dhani berpendapat agar calon independen dilarang ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi.

“Ya kalau saya mengusulkan kepada regulator supaya memikirkan ulang supaya di tahun-tahun mendatang itu nggak ada lagi yang namanya independen. Saya tidak setuju (calon independen) ya, karena demokrasi itu parpol,” tegas Dhani usai bertemu Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2016).

Dhani yang kesehariannya bermusik ini, menilai demokrasi bisa rusak karena adanya calon independen. Dia mengusulkan agar pemerintah membuat aturan baru yang melarang calon independen. Meski sebenarnya UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah secara tegas mengatur pasangan calon independen pada Pasal 39.

“Nanti mekanismenya rusak semua, berantakan hanya gara-gara (jalur independen). Itu harus dibuat peraturan baru pokoknya yang namanya parpol itu adalah pilar-pilar demokrasi,” paparnya.

Dhani memang menyatakan siap meramaikan bursa bakal calon Gubernur Jakarta. Dhani pernah bicara soal rencananya menjual barang-barang mewah miliknya sebagai modal maju pemilihan

“Iya lagi ngumpul-ngumpulin. Ya untuk nasi bungkus,” katanya bercanda.

Reaksi Datar Bimbim Soal Tantangan Ahmad Dhani dan Kritikan Pedasnya

Pentolan Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim enggan banyak komentar ketika ditanya soal tantangan diskusi politik yang dilayangkan musisi Ahmad Dhani. Sebelumnya Ahmad Dhani menyebut Bimbim dan Kaka sangat berpihak kepada pemerintahan Jokowi.

"Kami gak mau ngomong. No comment," ujar Bimbim saat datang ke Gedung BNN Jalan MT Haryono No 11 Cawang, Jakarta Timur, Rabu (17/3).

Dilansir dari merdeka.com, sebelumnya, Dhani yang mengklaim didukung PKB menjadi bakal calon gubernur DKI, ini pun mengajak Bimbim dan Kaka untuk hadir dalam diskusi politik bersama artis dan seniman di Tanah Air dalam dua pekan ke depan.

"Saya heran isi otaknya Bimbim dan Kaka itu kayak apa ya. Jadi, penting sekali, perlu adanya pertemuan besar-besaran seperti muktamar seniman," kata Dhani dalam diskusi bertajuk 'Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik' di Crown Plaza Hotel, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).

Menurut Dhani, keberpihakan Kaka dan Bimbim hanyalah keberpihakan buta belaka dan tidak didukung oleh pengetahuan politik. Bahkan dia menyebut Kaka dan Bimbim adalah tipe seniman pelat merah karena hanya mau dekat dengan pemerintah, tanpa tahu tujuan politik mereka.

"Ada artis yang mentalnya senang dekat dengan penguasa. Namun, mereka sebagai seniman seharusnya punya tanggung jawab terhadap isi otak mereka, kenapa mendukung pemerintahan ini," lanjut dia.

Tantangan Dhani sebenarnya berawal dari sentilan budayawan Ratna Sarumpaet yang mengaku gerah dengan sikap band papan atas Slank yang terlihat diam dengan Pemerintahan Jokowi-JK. Menurut dia, sebagai pendukung, Kaka dkk tentu seharusnya tak berdiam diri dan membeo dengan pemerintahan yang menurutnya sudah di ambang kehancuran.

"Saya heran kenapa Slank diam diri. Mereka tidak pernah pikir kenapa fans mereka menurun, itu karena mereka mendukung pemerintahan yang salah," kata Ratna dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, politisi Golkar, Tantowi Yahya mengatakan agar Kaka dan Bimbim perlu meninjau ulang dukungan mereka kepada pemerintah. Mereka, kata Tantowi, hidup dari musik. Seharusnya tidak berpolitik praktis terlibat jauh sehingga dapat merugikan mereka.

"Soal Slank, kalau masih mau cari duit dari situ (dunia musik) pikiran kan baik-baik. Karena kita bawa warna sampai mati," tukas anggota Komisi II DPR ini.[sumber]

Bimbin Slank Jawab Tantangan Debat Ahmad Dhani

Slank telah menyatakan dukungannya untuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun, musikus Ahmad Dhani yang juga mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta malah mempertanyakan sikap Slank di kancah politik Tanah Air.

Dhani mengaku ingin tahu apakah keterlibatan Slank di dunia politik memang karena mengerti atau hanya sekadar ikut-ikutan. "Maka, perlu adanya pertemuan besar-besaran. Itu perlu karena kita mau tahu isi otaknya Bimbim sama Kaka itu apa," ujar Ahmad Dhani, Rabu 16 Maret.

Menanggapi tantangan tersebut, drumer Slank, Bimbim, tak mau ambil pusing. Ia memilih untuk tidak menanggapi tantangan mantan pentolan grup band Dewa 19 itu.

"No comment," ujar Bimbim sambil tertawa di gedung BNN, Jakarta Timur, Kamis (17/3/2016).

Kedatangan Slank ke gedung BNN untuk mengapresiasi lembaga anti-narkoba yang dipimpin Komjen Budi Waseso itu. Slank sangat salut dan berterima kasih pada BNN karena benar-benar telah membuktikan taringnya. Bagi Slank, penangkapan kepala daerah yang terjerat narkoba menunjukkan bahwa BNN tidak pandang bulu dalam upaya memberantas narkoba.

"Dari awal Slank sudah katakan narkoba itu tidak hanya digunakan rakyat biasa, tapi aparat hingga pejabat. Dari hulu hingga hilir sudah terlibat narkoba. Thanks Pak Buwas," ujar Bimbim.

Slank dikenal sebagai band yang vokal menyuarakan kritik sosial, termasuk upaya pemberantasan narkoba.

Sejak merilis album rekaman pada 1991, Slank sudah beberapa kali mengeluarkan lagu bertema anti-narkoba, seperti, "Balikin", dan "Samber Gledek".[sumber]

Ahmad Dhani Gerah Terus Dicibir

Musisi Ahmad Dhani mengaku gerah karena selalu mendapat cibiran ketika ia memutuskan maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut dia, semua warga negara dengan latar profesi apapun berhak berpolitik.

"Semua warga negara berhak masuk dunia politik. Artinya, tukang becak pun berhak kalau mampu," ujar Dhani dalam diskusi "Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik" di Crown Plaza Hotel, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2016).

Dhani mengatakan, telah terjadi paradigma di kalangan masyarakat bahwa seorang artis dan seniman tak layak berpolitik.

Menurut dia, masyarakat harus terbuka dan mengubah paradigma tersebut.

"Karena pandangan masyarakat ini kan sepertinya belum boleh artis dan seniman menjadi politisi atau menjabat sebagai pimpinan daerah," ucapnya.

"Selama ini, paradigma untuk menjadi politisi itu harus dari pengusaha atau jenderal. Itu harus diubah," sambung dia.

Rabu, 16 Maret 2016

PKB Berniat Dukung Ahok, Ahmad Dhani Diujung Tanduk? Nangis Deh....

Ahok, calon incumbent dalam Pilgub DKI 2017 memastikan bakal maju melalui jalur perseorangan. Meskipun sudah memutuskan sikap independen, ternyata tidak membuat partai politik kehilangan minat untuk mendukungnya.

Sudah ada Partai NasDem dan Partai Hanura yang menyatakan memberikan dukungan untuk Ahok. Diklaimnya, dukungan dari partai terus bertambah terbaru dari Partai Amanat Nasional (PAN) juga bakal menyusul.

Dia mengklaim telah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk membicarakan rencana dukungan itu. Namun, menurutnya, PAN memiliki proses panjang sebelum mendukung Ahok. Yakni, kata Ahok adalah meminta pendapat seluruh kader, mempelajari survei hingga tahapan penjaringan seperti yang dilakukan partai lain.

"Saya enggak tahu, kita sudah ketemu PAN Pak Zulkifli. Beliau juga mau dukung katanya beliau masih mau lihat bawah dan mereka mesti pelajarin survei ada penjaringan," kata Ahok di Balai Kota, (17/3).

Selain PAN, mantan politisi Gerindra ini juga mengklaim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga kemungkinan segera merapat kepadanya. Tapi, diakui Ahok, pembahasan dengan PKB belum secara detil dilakukan.

"Semua partai ada tahapan. Kalau PAN melihat DKI izinkan saya kembali, mungkin PAN akan dukung. PKB juga akan pertimbangkan hasil survei. Mungkin juga PKB akan dukung," tandasnya. (sumber)

Minggu, 13 Maret 2016

Ahmad Dhani Minta Jokowi Netral dan Tidak Menggunakan Kekuasaannya di Pilkada DKI

Artis musik Ahmad Dhani (43) berharap, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi bersikap netral dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia juga meminta kepada #Jokowi agar tidak menggunakan kekuasaannya sebagai presiden untuk memihak ke salah satu calon gubernur.

“Harapan saya @jokowi besikap netral di pilkada DKI, tidak mendukung salah satu pihak Dan tidak menggunakan pengaruh kekuasanya,” tulis Dhani pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, pada Kamis (10/3/2016) malam.

Dhani meminta Jokowi bersikap netral karena calon petahana, Gubernur DKI Jakarta #BasukiTjahajaPurnama atau Ahok, pernah menjadi wakil gubernur semasa #Jokowi masih menduduki kursi gubernur DKI Jakarta.

Dhani takut, #Jokowi akan berpihak ke #Ahok dan menggiring publik agar memilih Ahok lagi.

“Semua orang tau Ahok mantan pasangan @jokowi di DKI, sebagai calon RI 2 di 2019 saya Harap Jokowi netral,” tulisnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Dhani masuk bursa bakal calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022 dengan dua pengusung, Partai Kebangkitan Bangsa (#PKB) dan Partai #Gerindra.
[trend.co.id]

Kamis, 03 Maret 2016

Ahok di Back-up 100 persen oleh Pak Jokowi

Bakal calon gubernur DKI Jakarta yang musisi, Ahmad Dhani, mulai rajin menghadiri undangan partai politik. Dalam beberapa kesempatan, mantan suami Maia Estianty itu juga mulai sering mengomentari calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama.

Seperti saat menghadiri Mukerwil DPW Partai Kebangkitan Bangsa hari ini. Dia mengaku tak takut melawan Ahok, sapaan Basuki, karena diyakininya ada bayang-bayang Presiden Jokowi dalam setiap kinerja mantan bupati Belitung Timur itu.


"Yang saya pahami Ahok diback up 100 persen oleh Jokowi. Kemenangan Ahok nanti adalah kemenangan Jokowi," kata Dhani di Kantor DPW PKB, Jakarta Pusat, Kamis (3/3).

Dia yakin Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat akan 'bangkit' kembali di Pilgub DKI nanti. "Masih ada faktor KIH KMP di pilgub DKI," katanya.

Ditambahkannya, secara pribadi Dhani tak melakukan persiapan apa-apa. Dia sesumbar soal popularitasnya melebihi bakal calon gubernur lainnya, termasuk Ahok.

"Persiapan sosialisasi. Secara kepopuleran kata Sandiaga 100 persen tapi saya turunkan 98 persen," pungkasnya.[merdeka.com]

Rabu, 24 Februari 2016

Buat Kontroversi, Ahmad Dhani Ingin Gampar Artis Pendukung Jokowi

Sudah bukan hal baru lagi bila Ahmad Dhani lekat dengan yang namanya sensasi. Pentolan RCM ini selalu mampu membuat banyak orang geleng-geleng kepala karena sikapnya yang kontroversial.

Sikap kontroversial itu kembali ditunjukkan Ahmad Dhani lewat status di akun Twitter miliknya. 

Bagaimana tidak, ayah empat anak itu seakan menyindir Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Presiden Indonesia beserta artis-artis pendukungnya.

Lewat statusnya, Dhani ingin menampar artis pendukung Jokowi bila nanti kinerja sang presiden tidak sesuai harapan di akhir jabatannya. Ahmad Dhani sendiri adalah pendukung kubu Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden terakhir.

Ahmad Dhani berceloteh tentang Jokowi di Twitter © Twitter.comAhmad Dhani berceloteh tentang Jokowi di Twitter © Twitter.com

"Revolusi Mental adalah utang dan utang. Lucu-lucuan. Nanti kalo 2019 utang tambah banyak. Artis-artis safari pendukung Jokowi gue gamparin satu satu," tulis Ahmad Dhani di Twitter-nya.


Kata-kata Ahmad Dhani ini tentu saja langsung membuat para netizen berkomentar. Ada yang memberikan dukungan namun banyak pula komentar pedas dari para netizen karena sikap suami Mulan Jameela ini.

Ahmad Dhani sendiri saat ini memang lekat dengan dunia politik. Selain sempat menjadi pendukung Prabowo, Ahmad Dhani kini juga berani maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta untuk menantang Ahok.

Kamis, 07 Januari 2016

KONYOL,AHMAD DHANI SEBUT "JOKOWI" PENYEBAB BISNIS MUSIK JADI ANCUR

Menurut Musisi Ahmad Dhani (43), bisnis musik Tanah Air makin merosot pada tahun 2015, apalagi sejak Joko Widodo atau Jokowi menjadi Presiden.

"Bisnis musik semua lagi turun. Hampir semua perusahaan rekaman sudah memecat dan mem-PHK pegawainya semua," kata Dhani ketika diwawancara Kompas di kediamannya di Jalan Pinang Mas II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016). 
Ahmad Dhani
"Jadi, semua bisnis lagi turun, apalagi ketika Jokowi jadi Presiden, tambah lagi turun. Itu fakta, lho," sambungnya.

Beberapa perusahaan rekaman dan toko produk rekaman musik, kata Dhani lagi, sudah gulung tikar. Pokoknya gara gara Jokowi !

"Nah, saya bisa katakan bahwa RCM (Republik Cinta Management) tak pernah memecat pegawai satu pun, bahkan office boy enggak dipecat," ucap bos perusahaan rekaman dan manajemen artis musik tersebut.(rbc)(sumber)